Indikasi Hati yang Sehat vs Sakit

Kajian : Tazkiyatun Nafs

Pemateri : Ustadz Syariful Mahya Lubis
Penulis : Erni Fajarwatie
2 November 2017
Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur Bogor

Hati seseorang bisa sakit, dan bisa parah tanpa disadari pemiliknya, Bahkan tidak tahu kalo hatinya sudah mati.

Hati adalah rumah dari kehendak kehendak manusia.

Fungsi hati : menggerakkan sebuah kehendak, kehendak kebaikan.

Analogi
Jika tubuh sehat, maka tubuh akan merasakan apa yang seharusnya dirasakan.
▶Jika sedang minum minuman manis, maka akan terasa manis.
▶Namun, jika tubuh sedang sakit, minum minuman manis, maka minuman itu akan terasa pahit
▶Klo sakit tambah parah, minuman manis akan terasa memuakan

Demikian juga dengan hati, jika seseorang sholat, namun sholat itu terasa hambar (tidak manis), apalagi memuakkan, maka itu indikasi, bahwa hatinya sedang sakit atau bahkan mati.

Hati yang sehat

Hati yang sehat menghendaki kebaikan.
▶Hati yang sehat akan merasakan sakitnya penyesalan karena dosa. Sakitnya akibat melakukan maksiat (muncul penyesalan)
▶Hati yang sehat akan merasakan rasa sakit terhadap kebodohan ilmu, misalnya membaca alquran tapi tidak tahu artinya/maksudnya, menjalankan sholat, dzikir tapi tidak paham. Rasa sakit ini disebabkan hati yang sehat.

Ciri ciri orang yang memiliki hati yang sehat :
▶Orang yang hatinya sehat, lebih kikir terhadap waktu daripada orang yang paling kikir terhadap uang.
Keterangan :
💝Jangan menyia nyiakan waktu. Jangan buang waktu, jangan buang usia.
💝Nikmat paling berharga setelah keimanan adalah usia. Maka isilah usia dengan hal yang bermanfaat
Jangan buang usia dengan yang sia sia.

▶orang yang hatinya sehat, senantiasa berdzikir
Catatan :
💝Ibadah paling besar pahala nya justru ibadah yang paling mudah dilakukan. DZIKIR.
💝Setiap ibadah ada dispensasi nya. Satu satunya ibadah tanpa dispensasi : DZIKIR
💝Jika kau bertemu dengan musuh kuatkan hatimu jangan takut dengan dzikir kepada Allah SWT

▶Orang yang berhati sehat : hatinya mencintai Allah SWT
▶Orang yang berhati sehat akan konsen pada kualitas ibadah bukan kuantitas.

Surah Al-Mulk, Verse 2:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,
(Indonesian)

Disebutkan dalam ayat diatas “Menguji paling baik amalnya” bukan paling banyak amalnya.

▶ Ibnu Qoyyim, mengatakan : Apabila hati sehat, maka hati ini akan meninggalkan dunia untuk akhirat

▶Hati yang sehat, jika ada ibadah yang terlewat, maka hatinya meradang, sakit, tersika dengan penyesalan.

Artinya jika ada ibadah lewat dengan tanpa penyesalan artinya hatinya sakit.

▶Hati yang sehat, terdapat Kerinduan terhadap khidmah /ibadah kepada Allah. Rindu disebabkan karena berpisah. Rasulullah rindu sholat.

▶Hati yang sehat, hanya memiliki satu ambisi /keinginan yaitu taat pada Allah SWT.

▶Hati yang sehat melihat dunia ini sebagai tempat sementara. Rasulullah bersabda pada Abdullah bin Umar.
Catatan :
💝 كُنْ فِـي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ

Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau seorang musafir.

Jika dunia bukan negeri domisili dan tempat yang abadi bagi orang Mukmin, maka orang Mukmin harus bersikap dengan salah satu dari dua sikap: Pertama, seperti orang asing yang menetap di negeri asing dan obsesinya (tujuan dan cita-citanya) ialah mencari bekal untuk pulang ke tanah airnya. Kedua, seperti orang musafir yang tidak menetap sama sekali, dia terus melanjutkan perjalanannya siang dan malam menuju negeri abadi.

Oleh karena itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepada Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma agar ia di dunia ini berada di antara salah satu dari kedua sikap berikut:

Pertama, orang Mukmin menempatkan dirinya di dunia ini seperti orang asing dan ia membayangkan bisa menetap, namun di negeri asing. Hatinya tidak terpikat dengan negeri asing tersebut. Hatinya tetap bergantung dengan tanah airnya, tempat ia akan kembali kepadanya. Ia bermukim di dunia untuk menyelesaikan tujuan persiapannya untuk pulang ke tanah airnya (yaitu Surga).

Kedua, orang Mukmin menempatkan dirinya di dunia seperti musafir yang tidak pernah mukim di satu tempat, namun tetap berjalan melintasi tempat-tempat perjalanan hingga perjalanannya terhenti di tempat tujuan, yaitu kematian. Barangsiapa sikapnya seperti ini di dunia, berarti dia menyadari tujuannya yaitu mencari bekal untuk perjalanan dan tidak disibukkan dengan memperkaya diri dengan perhiasan dunia. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepada sejumlah Sahabatnya agar bekal mereka dari dunia seperti bekal pengendara atau musafir

▶Hati yang sehat, selalu mengatakan nasihat nasihat. (sahabat terbaik menuju Allah SWT)
Hati yang sehat tak berhenti berdzikir. Semakin besar ibadah semakin cinta pada Allah.

Ciri hati yang berpenyakit

⛔Hati berpenyakit, hati yang bisu tidak pernah memberi nasihat. Jika hati bisu, nasihat dari luar tidak akan masuk.
⛔Klo hati ini jauh dari ibadah, padahal ibadah itu menguatkan hati berarti hati terindikasi sakit.
⛔Mengatakan kata kata terlarang, melakukan apa yang dilarang Allah, melakukan maksiat jika tidak terasa sakit, ini ciri dari hati yang tidak sehat.
⛔Memiliki akidah yang sesat keyakinan yang menyimpang, Kepercayaan kurafat, keyakinan yang tidak didasari alquran dan sunnah, Keyakinan yang dusta.

Obat hati yang sakit :
💡Bangun malam sholat tahajud
💡Puasa
💡Zakat
💡Banyak baca alquran
Perlahan lahan hati akan sembuh

Catatan tambahan :

🍒Kebaikan itu buanyak sekali,… jutaan, agar manusia tidak bosan dalam kebaikan. Jangan letih berbuat baik, bisa gantian, banyak alternatif.

🍒Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan mendayagunakan nya. Allah akan memberinya taufik untuk selalu beramal sholeh. Sehingga tak sekejap pun usianya diabaikan Allah.

🍒Hati yang sehat mengutamakan makanan yang sehat, Makanan terbaik keimanan, Obat terbaik adalah alquran. Mendengar musik adalah racun berbahaya bagi hati.

🍒Perbaiki sisa yang sedikit agar Allah perbaiki waktu lama yang telah berlalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *